Selasa, 03 Maret 2026– Memasuki hari kedua kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H, suasana hangat dan antusiasme tinggi menyelimuti keluarga besar MTs. Ma’arif NU Nurul Amin. Pada Selasa pagi ini, seluruh siswa berkumpul di Gedung Aula Baru untuk mengikuti rangkaian materi yang sangat krusial bagi generasi masa kini, yakni Moderasi Beragama.


Aula Baru, Semangat BaruKegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini tampak berbeda dengan kehadiran seluruh siswa yang memenuhi fasilitas aula baru sekolah. Ruangan yang representatif ini menjadi saksi bisu keseriusan para siswa dalam menyimak paparan demi paparan materi yang disampaikan.



Menghadirkan Pemateri dari KUA Kec. JatirotoUntuk memberikan pemahaman yang mendalam dan kredibel, pihak sekolah menghadirkan langsung Penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiroto. Dalam sesi yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB tersebut, narasumber menekankan pentingnya sikap tawasuth (moderat) di tengah keberagaman bangsa.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
Komitmen Kebangsaan: Menjaga keseimbangan antara kewajiban beragama dan bernegara.
Toleransi: Menghargai perbedaan pendapat tanpa harus mengorbankan prinsip aqidah.
Anti-Kekerasan: Menanamkan bahwa dakwah Islam adalah dakwah yang merangkul, bukan memukul.
Antusiasme SiswaSepanjang acara, para siswa terlihat sangat fokus. Tidak hanya sekadar mendengarkan, sesi tanya jawab juga berlangsung interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa siswa MTs. Ma’arif NU Nurul Amin memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai cara menjadi muslim yang rahmatan lil ‘alamin di era digital.




“Moderasi beragama adalah kunci agar kita tidak mudah terpecah belah. Sebagai siswa madrasah, kita harus menjadi pelopor kedamaian,” ujar salah satu penyuluh di sela-sela materinya.
Dengan selesainya materi hari ini, diharapkan seluruh siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas.
