Pada tanggal 30 November 2024 hari sabtu, MTs Ma’arif NU Nurul Amin Jatiroto menyelenggarakan sebuah kegiatan yang luar biasa dalam rangkaian P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Mengusung dua tema besar, “Bhineka Tunggal Ika” dan “Bangunlah Jiwa dan Raganya”, acara ini sukses menyatukan semangat kebersamaan, keberagaman, dan kesehatan dalam satu momen yang penuh warna.
Acara dimulai dengan penampilan Maulid Nabi Muhammad SAW yang begitu khidmat, menghadirkan suasana penuh kedamaian dan kebahagiaan. Siswa-siswi tampil dengan mengenakan busana yang indah, sambil melantunkan sholawat nabi dengan penuh khusyuk. Mereka membacakan doa bersama, mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kedamaian. Penampilan ini tidak hanya menunjukkan rasa cinta kepada sang nabi, tetapi juga menggambarkan betapa pentingnya menjaga persatuan dalam keragaman.

Mengangkat tema “Bhineka Tunggal Ika”, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Tingkepan yang merupakan tradisi selamatan masyarakat Jawa. Acara ini menjadi simbol pengharapan dan rasa syukur atas segala nikmat yang diterima dalam hidup.


Setelah itu, siswa-siswi kembali menampilkan prosesi tradisional yang mengandung nilai budaya luhur, yaitu perayaan 7 hari, 1000 hari, Brokoan dan mantenan. Masing-masing penampilan mengungkapkan perjalanan hidup seseorang, dari kelahiran hingga menuju pernikahan. Dalam setiap tradisi, tampak bahwa meskipun berbeda-beda dalam prosesi, semuanya bermuara pada satu tujuan yang sama: kebahagiaan dan kesejahteraan bersama.






Kegiatan ini tak hanya berhenti pada penghormatan terhadap tradisi. Dengan tema “Bangun Jiwa dan Raganya”, siswa juga mengasah kebugaran fisik mereka melalui senam pagi yang melibatkan setiap kelompok di sekolah. Dengan penuh semangat, para siswa menunjukkan koordinasi yang apik, gerakan yang kompak, serta kekompakan yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara mereka. Senam ini tak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja sama dan rasa saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.




Namun, yang paling menarik dari kegiatan P5 ini adalah keterampilan para siswa dalam membuat tikar dari kemasan makanan snack. Dengan kreativitas yang tinggi, mereka mengubah sampah kemasan plastik yang seringkali dianggap tak berguna menjadi produk yang penuh manfaat. Setiap siswa dengan telaten menyusun dan merangkai kemasan bekas snack menjadi tikar-tikar cantik yang berguna. Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan daur ulang, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik.

Melalui kegiatan ini, MTs Ma’arif NU Nurul Amin Jatiroto berhasil menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Bhineka Tunggal Ika, yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu”, tercermin dalam setiap penampilan dan aktivitas yang dilakukan. Meskipun siswa berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, mereka dapat bersatu dalam semangat yang sama: menjaga tradisi, menghargai perbedaan, serta merayakan kebersamaan.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam mengajarkan kepada generasi muda bahwa kesehatan tubuh, kebersihan lingkungan, dan semangat kebersamaan adalah hal yang tak terpisahkan. Selain itu, dengan memperkenalkan dan melestarikan tradisi lokal melalui kegiatan seperti Tingkepan, 7 hari, 1000 hari, Brokoan dan Mantenan, siswa-siswi MTs Ma’arif NU Nurul Amin Jatiroto diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga warisan budaya bangsa sambil tetap menghargai keberagaman.
Semoga kegiatan P5 ini tidak hanya menjadi kenangan yang tak terlupakan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi untuk terus belajar, menjaga kebersihan, dan mempererat tali persaudaraan dalam keberagaman. Di masa depan, mereka akan membawa semangat ini ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Indonesia yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih harmonis.
