Rabu, 19 Maret 2025, menjadi hari yang penuh makna di MTs. Ma’arif NU Nurul Amin Jatiroto. Di tengah suasana Ramadhan yang khusyuk, sekolah menggelar Pondok Ramadhan terakhir yang menggabungkan dua kegiatan penting: pembelajaran materi puasa dan zakat untuk siswa kelas VII dan VIII, serta Simulasi UAMNU (Ujian Akhir Ma’arif Nahdhotul Ulama) untuk siswa kelas IX.



Momen Berharga untuk Kelas VII dan VIIIPagi itu, aula sekolah dipenuhi oleh siswa kelas VII dan VIII yang antusias. Mereka berkumpul untuk mengikuti sesi pembelajaran yang dipandu oleh ustadz dan ustadzah. Dengan semangat yang tinggi, mereka mendengarkan penjelasan tentang puasa, bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.Selanjutnya, materi tentang zakat menjadi fokus pembelajaran. Siswa diajak untuk memahami pentingnya zakat dalam membantu mereka yang membutuhkan.








Simulasi UAMNU untuk Kelas IXSementara itu, di ruang kelas yang berbeda, siswa kelas IX bersiap untuk Simulasi UAMNU. Dengan penuh konsentrasi, mereka mengikuti ujian percobaan yang dirancang untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari selama ini. Suasana tenang dan serius menyelimuti ruang ujian, di mana setiap siswa berusaha memberikan yang terbaik.Setelah ujian, para guru memberikan umpan balik yang konstruktif, membantu siswa untuk mengetahui area yang perlu diperbaiki sebelum ujian sesungguhnya. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka, mengajarkan pentingnya persiapan dan ketekunan dalam belajar.






Mereka berbagi pengalaman dan pelajaran yang didapatkan selama Pondok Ramadhan. Siswa kelas VII dan VIII menyadari bahwa puasa dan zakat bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan penguatan iman. Sementara itu, siswa kelas IX merasa lebih siap menghadapi ujian yang akan datang.
Pondok Ramadhan terakhir di MTs. Ma’arif NU Nurul Amin Jatiroto menjadi momen yang tak terlupakan, mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia. Dengan semangat yang membara, siswa-siswi pulang ke rumah, membawa harapan dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hidup mereka.
